The Printing Company-Man

Uber Logo    UBER

Uber Stories – Monday, 20 June 2016

 

Uber Trip malam ini aku tempuh dari Plaza Senayan bersama seorang sahabatku, Irwan. Sehabis kami makan malam di food court Plaza Senayan dan berkeliling sebentar ke Toko Buku Kinokuniya, kami memutuskan untuk pulang sekitar pukul 10 malam.

Driver Uber malam ini bernama Pak Ratmin dengan mobil Xenia berwarna putih. Rating nya cukup bagus, di angka 4.8 dan suaranya terdengar sopan ketika beliau meneleponku untuk konfirmasi lokasi penjemputan. Sekitar pukul 22: 12 mobilnya tiba untuk menjemput kami di lobby utama Plaza Senayan. Aku dan sahabatku menyadari bahwa mobil tersebut masih sangat baru sekali kondisinya. Setelah masuk ke mobil dengan spontan sahabatku melontarkan pertanyaan kepada Pak Ratmin, “Pak, ini mobilnya masih baru ya?” Pak Ratmin mengiyakan bahwa mobilnya memang masih sangat baru. Beliau pun bercerita bahwa beliau baru mulai menjadi driver Uber belum ada satu minggu.

Yang mengawali beliau memulai menjadi driver Uber ini dikarenakan perusahaan tempat beliau bekerja sekarang sudah mendekati kondisi collapse.

Demi bertahan hidup dan membiayai keluarganya, Pak Ratmin mencoba peruntungannya menjadi driver Uber.

Selama ini beliau bekerja di sebuah perusahaan percetakan yang cukup ternama dan bahkan bisa dibilang sangat besar di Indonesia. Perusahaan tersebut berlokasi di wilayah Jakarta Barat. Beliau sudah bekerja di sana sebagai staff selama kurang lebih enam tahun. Pak Ratmin sendiri tidak pernah menyangka bahwa perusahaan sebesar itu akan collapse. Dan memang tidak ada yang menyangka.

Beliau berkeluh kesah bahwa perusahaan tersebut sudah mulai terlambat membayarkan gaji kepada karyawannya. Ditambah lagi keputusan yang belum jelas membuat para karyawan di perusahaan tersebut semakin khawatir. Pak Ratmin bercerita bahwa sampai kepada hari ini perusahaan masih belum memberi kepastian apakah perusahaan akan benar-benar ditutup atau tidak. Tetapi di sisi lain pembayaran gaji pun sudah mulai terlambat diberikan. Bahkan menurut penuturan beliau, beberapa karyawan lama yang sudah keluar satu persatu hanya menerima pesangon dalam jumlah yang tidak besar. Hal yang menurut beliau paling sedih adalah ketika melihat para karyawan yang sudah bergabung saat perusahaan mulai berdiri, kemudian melewati masa jayanya, dan akhirnya sampai perusahaan collapse.

Beliau bercerita panjang lebar mengenai pekerjaannya kepada kami sambil mengarahkan mobil ke area Bendungan Hilir. Kebetulan sahabatku tinggal di sekitar Bendungan Hilir dan setelah mengantar sahabatku, perjalanan dilanjutkan ke arah Jakarta Utara untuk mengantarku pulang.

Beliau pun berujar bahwa rekan-rekan di kantornyalah yang pertama kali mengajak beliau untuk bergabung menjadi driver Uber. Dengan kondisi perusahaan yang masih belum jelas tersebut, sudah barang tentu Pak Ratmin setidaknya harus memiliki pegangan dikala nanti terjadi PHK dari perusahaannya. Sejauh ini meskipun belum ada satu minggu menjadi driver Uber, beliau tampaknya menikmati menjalani sebagai driver Uber. Menjemput dan mengantar penumpang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Dan bahkan tidak hanya di area Jakarta saja, beliau kerapkali mendapat orderan dari dan ke area Tangerang.

Sepanjang perjalanan tersebut tidak terasa Pak Ratmin sudah bercerita banyak sekali. Beliau juga sempat bercerita bagaimana mengawali karirnya di bidang percetakan. Beliau tidak pernah terpikir bahwa akan berkecimpung di bidang percetakan untuk jangka waktu yang cukup lama. Beliau hanya tamatan SMA dan ketika itu hanya pasrah dan mengikuti arus saja. Tidak disangka bidang percetakanlah yang akhirnya beliau geluti. Begitu fasihnya beliau bercerita mengenai dunia pecetakan dan bagaimana industri tersebut berproses. Sangat menarik sekali mendengarkan cerita Pak Ratmin sepanjang perjalanan pulang sampai aku tiba di tujuan sekitar pukul 22: 57.

Terima kasih banyak Pak Ratmin sudah mengantar aku dan sahabatku sampai tempat tujuan kami.

Terlebih lagi aku sangat menikmati obrolan santai dengan beliau sepanjang jalan. Pak Ratmin menurunkanku tepat di depan tempat tinggalku. Aku turun dari mobil sambil mengucapkan banyak terima kasih dan aku beri sedikit tip untuk beliau karena semata-mata aku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan Pak Ratmin serta aku ingin sedikit bersedekah. Akupun berdo’a untuk beliau dalam hati, semoga rejeki Pak Ratmin dilancarkan terus oleh Tuhan, semoga mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi nanti, dan semoga menjadi driver Uber saat ini adalah berkah bagi Bapak.