Grand Indonesia and the Twisted Driver (Part II)

Uber Logo              UBER

 

 

Tuesday, 28 June 2016

 

The Waiting

Aku tidak heran kalau di sekitar kawasan Grand Indonesia tarif Uber seringkali melonjak cukup tinggi dikarenakan  kawasan ini merupakan kawasan yang bisa dibilang cukup sibuk. Para driver Uber seringkali menggunakan istilah “zona merah” untuk kawasan yang tarifnya sedang melonjak tinggi. Sepengetahuanku yang seringkali terkena zona merah ini meliputi kawasan Thamrin, Sudirman dan Kuningan. Tetapi dalam kondisi kemacetan yang sangat parah, zona merah bisa terjadi di banyak titik dan hal tersebut memang sering terjadi terutama di akhir pekan.

Aku memutuskan untuk menunggu di sisi West Mall Lobby Arjuna karena ada bangku panjang yang disediakan di dekat pintu masuk West Mall bagi para pengunjung yang menunggu taxi atau jemputan pribadi. Shopping Mall ini memang dipisahkan menjadi dua gedung utama dan dua pintu masuk utama, yaitu East Mall dan West Mall. Selain kedua pintu masuk utama itu masih ada beberapa lobby dimana para pengunjung juga bisa keluar dan masuk melalui lobby-lobby tersebut. Aku tidak ingat keseluruhan nama lobby tersebut. Yang paling aku ingat hanya Rama Lobby dan Arjuna Lobby karena Rama Lobby sama dengan pintu masuk East Mall dan Arjuna Lobby sama dengan pintu masuk West Mall.

Sayangnya bangku tunggu bagi pengunjung hanya ada di sisi West Mall. Aku menebak mungkin karena sisi West Mall memiliki area yang lebih luas sehingga memungkinkan untuk diletakkan bangku panjang bagi para pengunjung. Sementara sisi East Mall cenderung lebih sempit sehingga para pengunjung hanya bisa berdiri saja sambil menunggu taxi atau jemputan pribadi.

Sambil duduk di bangku West Mall, aku sesekali mengecek kembali tarif Uber yang bergerak fluktuatif. Terkadang turun sampai di angka 1.7X, tetapi kembali naik menjadi 1.8X dan bahkan kembali lagi di angka 2X kemudian bertahan sampai sekitar 30 menit di angka tersebut.

Untuk mengusir bosan, aku mengamati orang-orang yang berlalu lalang di hadapanku. Ada yang sedang menyeberang dari lobby West Mall kearah East Mall dan juga sebaliknya. Kemudian ada sekelompok orang yang tampaknya juga sedang menunggu Uber sama sepertiku tetapi mereka mungkin lebih beruntung karena si driver sudah tiba untuk menjemput mereka. Atau bisa jadi mereka tetap nekat memesan Uber meskipun dengan tarif tinggi dan kemudian mereka bagi rata diantara mereka. Kalau aku tidak sendirian mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Akupun sempat mendengar ada seorang wanita disampingku yang berujar, “Masih tinggi nih surcharge nya.” Aku bisa menebak barangkali dia juga sedang mencoba memesan Uber.

Cukup membosankan memang ketika kita harus menunggu lama. Tetapi aku lebih memilih untuk menyikapinya dari sisi lain. Di saat kebanyakan orang asyik dengan ponsel nya masing-masing, aku lebih memilih menyimpan ponselku didalam tas dan mengamati orang-orang yang berlalu lalang. Aku menemukan banyak hal menarik ketika mengamati orang-orang tersebut. Mereka terdiri dari berbagai kalangan, mengenakan jenis pakaian yang berbeda-beda, dan pasti juga memiliki aktivitas yang berbeda-beda. Sambil memperhatikan orang-orang tersebut aku menerka-nerka sendiri melalui gerak-gerik mereka. Ada yang datang kesini memang untuk berbelanja, ada yang kemari untuk urusan business meeting, atau sekedar hang out dengan rekan-rekan kerja dan kawan-kawannya.

Menunggu cukup lama membuatku jadi memperhatikan banyak sekali hal di sekitar sini. Akupun baru menyadari bahwa di sekitar area West Mall dan East Mall ada banyak sekali petugas yang berjaga di posnya masing-masing. Untuk security sendiri aku perhatikan ada dua lapis. Pertama, security yang berjaga di area tengah antara West Mall dan East Mall. Setiap orang yang lewat wajib melewati pos ini dan mengharuskan barang bawaannya diperiksa. Kedua, security yang berjaga tepat di depan pintu masuk lobby dimana setiap pengunjung pun wajib membiarkan bawaannya diperiksa dan harus melewati pintu detektor. Dan tepat di pintu masuk lobby ada doorman yang berjaga sembari menyapa pengunjung yang masuk maupun yang hendak keluar. Kemudian ada satpam yang berjaga di pintu masuk utama area West dan East Mall. Satpam tersebut bertugas membuka palang pintu setiap kali ada mobil yang hendak masuk. Ada pula satpam yang bertugas untuk mengatur lalu lintas di sekitar area

East Mall dan West Mall seperti misalnya memberhentikan kendaraan ketika ada orang-orang yang hendak menyeberang, memperhatikan mobil-mobil atau taksi yang menepi sebentar untuk menurunkan atau menaikkan penumpang dan kemudian segera menyuruh mobil tersebut bergerak maju supaya tidak menyebabkan kemacetan di belakangnya. Disamping itu ada pula petugas valet parking yang stand by masing-masing di depan area East Mall dan West Mall.

Sambil memperhatikan sekitarku, sesekali aku cek kembali apakah tarif Ubernya sudah menurun. Aku memutuskan akan memesan Uber jika tarifnya sudah mendekati setidaknya di angka 1.5X. Sambil menunggu aku sempat juga merapihkan belanjaanku yang kebetulan malam ini cukup banyak. Aku meletakkan tas belanjaanku disampingku dan memastikan agar jangan sampai tertinggal.

Sekitar pukul 22.30 aku lihat surcharge tarif sekitar 1.4X sehingga aku memutuskan untuk langsung memesan saja. Aku meminta supaya driver menjemputku di lobby East Mall saja sehingga nanti tidak perlu memutar balik untuk keluar ke jalan Thamrin. Hanya berselang lima menit, driver sudah tiba di lobby East Mall. Aku agak terkejut karena kupikir driver tersebut jaraknya masih jauh dari Grand Indonesia. Dengan terburu-buru aku segera beranjak dari bangku tunggu West Mall dan berjalan menyeberangi area East Mall. Driver tersebut menepi tepat di depan Rama Lobby – East Mall.

(to be continued)