Grand Indonesia and the Twisted Driver (Part I)

Uber LogoUBER

Tuesday, 28 June 2016

 

The Grand Indonesia Shopping Town

Malam ini aku menyempatkan diri mampir ke area Grand Indonesia Shopping Town karena ada beberapa kebutuhan yang ingin aku beli disana. Grand Indonesia Shopping Town ini terletak di kawasan M.H. Thamrin yang sekaligus merupakan pusat kota Jakarta. Lebih jauh lagi, Grand Indonesia Shopping Town ini merupakan sebuah kompleks multifungsi yang terdiri dari Grand Indonesia Shopping Mall, Menara BCA, Kempinski Private Residence dan Hotel Indonesia. Untuk berpindah dari satu gedung ke gedung yang lainnya, kita tidak perlu keluar dari area Shopping Town karena gedung-gedung tersebut saling terhubung melalui sky bridge. Agak sedikit membingungkan memang bagi yang tidak familiar dengan area ini karena cukup luas. Akupun sempat mengalami hal itu ketika pertama kali berkunjung kesana. Setelah beberapa kali berkunjung dan sudah mulai familiar, aku merasa bahwa sebenarnya Shopping Town tersebut dirancang dengan sangat rapih, apik, tertata dan bahkan tidak membingungkan sama sekali.

Aku sendiri memiliki pendapat pribadi jika aku ditanya mengenai Grand Indonesia Shopping Town. Aku melihatnya sebagai salah satu dari banyak simbol yang menghiasi kota Jakarta. Dari luar memang tampak terlihat glamor dikarenakan billboard yang terpampang di sekeliling area tersebut. Dinding luarnya dihiasi dengan beberapa billboard merk kelas atas yang dipampang rapih dan tidak terkesan terlalu ramai. Belum lagi termasuk lightning yang sederhana sekaligus terlihat elegan. Namun aku bisa berpendapat bahwa gerai toko yang terdapat didalamnya tidak melulu barang-barang mewah. Aku lebih suka menyebutnya dengan istilah affordable. Bagaimanapun juga pendapat orang bisa berbeda-beda dan tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun inilah pendapat pribadiku.

GI1

Kali ini aku berkunjung tidak terlalu lama. Aku tiba sekitar pukul 8 malam dan sudah selesai sekitar pukul 21.30. Biasanya aku bisa menghabiskan sekitar 3 jam atau lebih disana.

Selain penataan interior shopping mall yang apik, hal lain yang aku senangi adalah tidak terlalu padatnya suasana disini. Pengunjungnya memang banyak tetapi entah kenapa aku merasa masih ada ruang luas di kanan kiri untuk berjalan dan tidak sesak seperti Kota Kasablanka yang tempo hari aku kunjungi. Baik Grand Indonesia maupun Kota Kasablanka keduanya termasuk pusat perbelanjaan yang menjadi favoritku dengan kelebihannya masing-masing.

Malam ini aku hanya mampir ke Foodhall dan Seibu Dept. Store untuk berbelanja beberapa kebutuhan saja. Sebenarnya aku cukup terburu-buru karena akupun tiba sudah agak larut sekitar pukul 8 malam. Tadinya aku berencana untuk bisa segera pulang sebelum pukul 9 malam, tetapi ada beberapa barang yang agak sulit dicari dan mengharuskan aku berkeliling cukup lama.

Sekitar pukul 21.30 aku memutuskan untuk pulang. Aku keluar melalui pintu West Mall – Lobby Arjuna. Seperti biasa aku mulai mengeluarkan ponselku dan mulai search Uber. Namun aku cukup terkejut ketika melihat tarifnya sedang sangat tinggi. Saat itu tarifnya sekitar dua kali dari tarif normal. Aku memutuskan untuk menunggu dulu sebentar sampai tarifnya turun sedikit. Memang di jam-jam sibuk tarif Uber bisa melonjak sangat tinggi sekali. Hal tersebut dikarenakan permintaan sedang tinggi namun ketersediaan mobil sangat minim.

 

(to be continued)