UBER Stories

Uber Logo

Uber Stories adalah sekumpulan cerita yang diperoleh dari setiap Uber trip yang pernah aku ambil.

Sudut pandang utama dari setiap Uber Story adalah driver Uber itu sendiri.

Aku mulai mengenal Uber sekitar bulan Maret 2015. Hingga sekarang aku masih rutin menggunakan layanan Uber. Namun sayangnya aku tidak ingat sudah berapa banyak trip yang aku ambil dari bulan Maret 2015 sampai kepada hari ini.

Pada akun Uberku memang ditunjukkan detail dari setiap trip yang pernah aku ambil lengkap dengan nama driver, rute trip, waktu, dan detail biayanya. Tetapi di akun tersebut tidak ditunjukkan berapa total jumlah trip yang sudah pernah diambil. Aku pernah mencoba menghitung sendiri berapa banyak total trip yang sudah aku ambil, tetapi akhirnya terhenti di tengah jalan karena sudah terlalu banyaknya trip yang aku ambil. Akan sangat memakan waktu jika aku menghitung manual seperti itu.

Karena didorong oleh rasa ingin tahu, maka aku mengirimkan pesan melalui surel kepada Uber Team dan menanyakan berapa tepatnya jumlah trip yang sudah aku ambil sampai saat ini. Aku mendapat balasan dari mereka dan menurut mereka jumlah trip yang sudah aku ambil ada sekitar 400-an trip. Disamping itu aku juga memberikan feedback kepada Uber Team untuk memperbarui fitur dalam sistem mereka supaya ditambahkan fitur counter untuk trip yang pernah diambil oleh para pengguna atau penumpang Uber. Menurutku hal ini cukup menarik jika kita bisa me-review sendiri berapa tepatnya total trip yang sudah pernah kita ambil.

Aku pernah mendapat VIP Invitation dari Uber untuk menghadiri event “Uber Jakarta 1st Anniversary” yang diadakan di Fable SCBD pada hari Jum’at 28 Agustus 2015. Aku sangat senang mendapat undangan tersebut tetapi aku juga menanggapi hal tersebut dengan santai. Santai yang kumaksud disini adalah aku berpikir bahwa semua teman-temanku yang memiliki akun Uber dan rutin menggunakan layanan Uber juga pasti mendapat undangan yang serupa denganku. Bahkan aku sempat merencanakan akan pergi ke event tersebut dengan beberapa temanku yang juga merupakan pengguna Uber. Salahnya, aku berasumsi sendiri tanpa menanyakan langsung hal tersebut kepada teman-temanku sampai hampir menjelang hari H.

Dengan santainya aku mulai menanyai satu-persatu temanku yang memiliki akun Uber perihal undangan tersebut. Dan aku heran karena ternyata setiap teman yang aku tanyai tidak tahu menahu perihal undangan tersebut. Bahkan aku sampai meminta mereka untuk mengecek surel mereka dan memastikan bahwa mereka juga menerima undangan yang serupa denganku dari Uber. Aku menerima invitation tersebut lewat surel pada tanggal 19 Agustus 2015.

Teman-temanku akhirnya mengecek surel mereka dan yang mereka dapati hanya e-mail atau pemberitahuan yang rutin dikirimkan oleh Uber kepada penggunanya perihal informasi terbaru atau promo yang sedang diberikan Uber dalam kurun waktu tersebut. Aku sampai beberapa kali memastikan hal tesebut dengan teman-temanku dan aku tunjukkan surel yang dikirimkan Uber kepadaku, tetapi tidak satupun dari mereka tampaknya yang menerima undangan serupa denganku.

Tiba-tiba aku dihinggapi keraguan apakah undangan tersebut memang benar dikirimkan oleh Uber atau bisa jadi itu merupakan salah satu bentuk penipuan. Aku mulai mengirim surel yang aku tujukan langsung kepada Uber Team Jakarta dan aku bertanya perihal keaslian undangan tersebut dan kepastian event nya. Tetapi aku tidak mendapat balasan sama sekali sampai beberapa hari. Semakin mendekati hari H, aku semakin ragu.

Tetapi kemudian aku menerima sebuah e-mail notification berisi barcode tiket untuk event tersebut. Entah kenapa timbul perasaan bahwa undangan tersebut memang benar dikirimkan oleh Uber dan bahwa event tersebut memang benar adanya. Dalam e-mail tersebut juga dijelaskan bahwa satu tiket VIP tersebut berlaku untuk satu orang dan berhak mendapat satu free drink.

Pada waktu selanjutnya, aku mulai sibuk menanyai teman-temanku kembali. Tetapi kali ini aku bertanya mengenai siapa diantara teman-temanku yang bisa menemani aku datang ke event tersebut. Aku rasa akan lebih menyenangkan jika aku bisa datang kesana bersama salah seorang teman. Bahkan aku sampai menawarkan untuk membayari minuman jika ada temanku yang bersedia menemaniku datang ke event tersebut. Tetapi tampaknya aku kurang beruntung karena pada hari itu hampir semua teman-temanku sudah ada acara lain dan tidak bisa menemaniku.

Alhasil aku memutuskan datang sendiri ke event tersebut. Menurut waktu yang tertera di undangan, event tersebut dimulai dari pukul 21.30 sampai dengan pukul 00.00. Aku datang kesana sekitar pukul 10 malam. Salah seorang temanku mengantarkanku sampai ke Fable namun sayangnya dia tidak bisa ikut menemaniku dikarenakan temanku masih harus menyelesaikan pekerjaannya di kantor.

Setibanya disana aku kemudian berjalan menaiki tangga kearah Fable yang letaknya ada di lantai 2 tepat diatas club Lucy In The Sky. Aku mendatangi meja resepsionis Fable, menunjukkan tiket VIP ku dan mendapatkan satu voucher minuman gratis. Tamu-tamu belum banyak yang berdatangan ketika aku memasuki area bar. Aku melihat ke sekeliling dan menangkap beberapa sosok orang yang mengenakan t-shirt berwarna hitam bertuliskan UBER. Aku menduga pasti mereka dari pihak Team Uber Jakarta.

Karena aku datang kesana sendirian, aku merasa agak canggung namun aku berusaha menikmati susananya. Aku mendatangi bartender dan menukarkan voucher minuman tersebut. Sambil berdiri di depan bar, aku melihat sekeliling dan mengamati tamu-tamu yang mulai memenuhi area dancefloor. Dresscode yang mereka kenakan tampak rapi dan bisa dibilang formal. Aku bersyukur karena hari ini aku memilih setelan kerja yang cukup formal tetapi masih bisa dibilang pantas untuk dikenakan ke pesta. Aku memilih mini dress terusan berwarna merah marun dengan blazer berwarna hitam.

Jujur saja lama-kelamaan aku agak bosan berada disana sendirian. Aku memutuskan untuk pulang satu jam kemudian padahal tamu-tamu sudah mulai berdatangan dan mulai memadati ruangan. Bahkan acara puncaknya sendiri bisa dibilang belum mulai. Aku bisa saja memulai percakapan dengan beberapa orang disana yang belum aku kenal sebelumnya, hanya saja aku sedang tidak ingin. Singkat cerita, aku cukup menikmati meskipun hanya sebentar dan aku sangat berterima kasih kepada pihak Uber atas VIP Invitation ini.

Sesudahnya aku masih sempat bertanya-tanya kenapa tidak ada satupun temanku yang mendapat undangan serupa denganku. Sempat terbersit di benakku apakah hal tersebut karena jumlah tripku yang cukup banyak dan diatas rata-rata ketimbang jumlah trip yang diambil oleh teman-temanku. Karena ketika aku menanyai teman-temanku perihal undangan tersebut, beberapa dari mereka berseloroh, “Itu kamu saja mungkin Lin yang dapat VIP Invitation, karena aku sendiri tidak sesering itu menggunakan layanan Uber.” Sebenarnya bersamaan dengan e-mail VIP Invitation yang aku terima sebelumnya, akupun sempat mendapat detail mengenai jumlah trip yang pernah aku ambil pada saat itu. Angkanya memang sudah mencapai diatas 200-an, sementara angka trip yang pernah diambil teman-temanku saja belum mencapai ratusan ketika itu.

Aku memang bisa dibilang sangat sering sekali menggunakan layanan Uber. Aku merasa nyaman dengan servicenya dan jarang mengalami keluhan selama aku menggunakan layanan tersebut. Kalaupun ada keluhan, aku langsung sampaikan ke bagian Uber Support dan mendapatkan respon dengan cepat dalam waktu 1X24 jam. Bahkan seringkali aku mendapatkan respon kurang dari 1X24 jam.

 

UBER

 

Hal menarik lainnya dari menggunakan layanan Uber ini adalah para drivernya. Iya benar, para drivernya.

Tanpa aku sadari setelah beberapa kali menggunakan layanan Uber, aku selalu mendapati driver yang unik.

Keunikan itu aku temukan saat si driver mulai bercerita bagaimana awalnya mereka memulai menjadi driver Uber dan tidak jarang profesi utama merekalah yang menarik perhatianku.Beberapa dari mereka menjadi driver Uber sebagai sampingan, ada pula yang menjadikan pekerjaan utama di sela-sela mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Bahkan tidak jarang juga ada driver yang memutuskan berhenti dari profesi sebelumnya untuk kemudian beralih sebagai driver Uber. Seringkali aku mendapati bahwa profesi  mereka sebelumnya sangat menarik dan berragam bahkan bisa dibilang tidak disangka-sangka.

Misalnya, sebut saja aku pernah mendapat seorang driver yang sebelumnya berprofesi sebagai pegawai asuransi, karyawan di perusahaan percetakan, chef, penulis, doorman, dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak aku ingat dengan jelas satu persatu.

Aku mulai memutuskan untuk memulai Uber Stories ini diawali karena setiap driver memiliki cerita dan keunikan masing-masing. Hal tersebut memberi sudut pandang yang berbeda pada setiap cerita. Sayangnya aku baru menyadari hal tersebut baru-baru ini disaat aku sudah melakukan ratusan Uber Trip. Banyak sekali cerita-cerita menarik yang sudah terlewatkan dan bahkan mungkin terlupa.

Aku hanya memandangi ratusan detail trip di akun Uber milikku sambil menyentuh panel scroll pada mouse komputerku. Aku membatin, banyak sekali cerita-cerita menarik yang sudah terlewat. Ingin rasanya aku bisa memutar waktu kembali dan bisa mengingat cerita dari masing-masing driver tersebut. Aku hanya menerawang dan memandangi nama-nama driver tersebut satu-persatu sambil tak sadar bibirku membentuk sebuah senyuman. Ingatanku akan setiap pengalaman dan cerita para driver tersebut lalu muncul samar-samar. Hal ini semakin mendorongku untuk mulai menulis Uber Stories ini.

Dan disinilah aku, memandangi layar komputerku sambil jari-jariku mulai menari diatas keyboard dan siap membagi cerita baru yang kuperoleh dari setiap driver Uber. Enjoy!

 

Warm Regards,

 

Alin Riona

 

*Note : pictures of Uber Logo & Illustration are taken from Uber official website.