Nik Sukacita, Sang Petualang Laut (Bhs. Indonesia)

Nik Sukacita

Aku biasa memanggilnya “Mba Nik”.

Bisa dibilang aku cukup terlambat menulis sesuatu tentang Mba Nik. Seharusnya aku tulis lebih dulu sebelum aku membuat personal bio untuk kawan yang lain. Tetapi bukan berarti juga aku mengesampingkan dirinya, sama sekali tidak. Justru sebaliknya, aku memiliki banyak sekali hal untuk dikatakan tentang Mba Nik tetapi aku memiliki kesulitan untuk menuangkannya kedalam kalimat yang indah dan tepat.

Aku sudah mengenalnya sejak sekitar enam tahun lalu, tidak ingat kapan tepatnya. Sebenarnya enam tahun masih terbilang sebentar, tetapi rasanya seolah-olah aku sudah mengenalnya bartahun-tahun lamanya. Di tahun awal perkenalan, masing-masing dari kami tinggal di kota yang berbeda sehingga hanya bisa berkomunikasi lewat e-mail dan sms. Kami berkenalan satu sama lainnya melalui sebuah situs bisnis online. Produk utamanya adalah kosmetik dan skin care dimana sebenarnya permintaan akan produk-produk tersebut tidak selalu tinggi sepanjang waktu. Kebanyakan orang tidak membeli kosmetik atau skin care sesering mereka mengkonsumsi makanan, minuman atau pakaian. Sebenarnya bisnis itu tidak berjalan mulus, setidaknya untukku. Kebetulan saja itu bukan panggilanku. Sementara itu berjalan jauh lebih baik bagi Mba Nik, meskipun dia jatuh bangun. Aku bisa menyimpulkan kalau dia seorang pejuang yang tangguh dan dia sungguh-sungguh bekerja keras. Dia tidak henti-hentinya mendorongku untuk tetap maju dan tidak menyerah. Bahkan sampai sekarang dia masih tetap memberikan dorongan padaku untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan memiliki nilai yang baik pula.

Meskipun kami berkomunikasi hanya melalui e-mail dan sms, aku merasa sepertinya kami dekat sekali dan tidak terpisah jarak. Aku bisa merasakan sejak awal bahwa dia adalah wanita yang sangat menyenangkan dan santun. Seiring berjalannya waktu, aku menganggap dia lebih seperti seorang kakak, seorang teman baik ketimbang sebagai rekan bisnis.

Dan ketika akhirnya ada kesempatan untuk bertemu dan mengunjunginya, tentu saja aku tidak ragu untuk mengambil kesempatan itu. Namun pada waktu itu agak sulit mengatur pertemuan kami karena tempat dimana aku tinggal tidak memiliki banyak pilihan transportasi umum. Ditambah lagi dengan waktu yang sangat singkat karena kami hanya bisa bertemu di waktu istirahat makan siangnya. Sementara itu aku juga harus mengambil cuti karena sangatlah tidak mungkin untuk bertemu dengannya selepas jam kerjaku.

Aku bekerja di perusahaan sebelumnya sekitar empat tahun. Dan aku mulai merasakan titik jenuhnya di tahun terakhir. Tidak hanya jenuh dengan pekerjaanku, tetapi aku juga suntuk dengan tempat dimana aku tinggal ketika itu. Kebetulan pada waktu itu aku tinggal di area yang berbeda dengan kantorku. Jaraknya sekitar satu jam dari kantor dan hanya bisa ditempuh dengan manggunakan bus kantor dikarenakan transportasi umum di kawasan industri sangatlah terbatas. Ya, aku bekerja dan tinggal dia kawasan industri karena aku bekerja untuk sebuah perusahaan manufaktur. Di tahun terakhir, aku memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Ayahku bekerja dan tinggal disana. Aku memutuskan untuk tinggal dengannya.

Sebelum aku pindah ke tempat ayahku, aku terlebih dahulu mengecek perihal transportasi dengan sesama kolega yang tinggal di Jakarta. Aku tahu bahwa perusahaan menyediakan banyak bus karyawan dengan memiliki beberapa titik penjemputan tertentu. Misalnya, ada sekitar empat titik penjemputan bagi para karyawan yang tinggal di Jakarta. Titik tersebut meliputi area timur, barat, utara dan area selatan Jakarta. Hal ini sangat membantu bagi karyawan yang memilih untuk tidak mengendarai kendaraan pribadi ke kantor mengingat lalu-lintas sepanjang perjalanan dari dan ke Jakarta sangatlah buruk.

Ayahku tinggal di kawasan Jakarta Utara. Dan ya, kebetulan ada bus karyawan yang melewati area tersebut jadi aku tidak perlu khawatir. Semuanya sudah dikemasi dan aku siap untuk pindah. Alasan untuk pindah ke Jakarta juga disebabkan karena kota itu jauh lebih hidup dari tempat dimana aku tinggal sebelumnya dan aku merasa sangat membutuhkan suasana baru.

Aku sangat senang pindah ke kota itu dan tidak pernah menyesalinya hingga sekarang. Jika aku harus pindah ke tempat baru lagi, aku ingin pindah ke negara lain. Bukan berarti aku tidak menyukai negaraku sendiri, hanya saja mencoba hidup di negara lain selalu menjadi daya tarik sendiri bagiku.

Well, jadi disinilah aku sekarang, di Jakarta, hidup dan bahagia. Dan aku jauh lebih bahagia lagi ketika tahu bahwa aku punya banyak kesempatan untuk bertemu dengan teman-temanku yang kebanyakan dari mereka bekerja dan tinggal di Jakarta, termasuk Mba Nik. Itu benar adanya bahwa akhirnya aku bisa bertemu dengannya lebih sering. Bahkan keadaan jadi jauh lebih baik ketika pada pertengahan 2014 aku mendapat pekerjaan baru di Jakarta. Jadi aku sekarang bekerja dan tinggal di Jakarta. Aku sudah tidak perlu mengkhawatirkan transportasi umum dan jarak lagi ketika bertemu dengan teman-temanku di Jakarta. Hal yang sama juga terjadi pada Mba Nik, dia pindah dari tempat tinggalnya di selatan Jakarta ke area pusat. Sejak saat itu kami bertemu lebih sering dan pertemanan kami menjadi lebih akrab lagi.

Jika aku diminta untuk menggambarkan Nik itu seperti apa, aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita pekerja keras yang penuh semangat dan sangat menyukai bepergian dan berpetualang. Dia sudah sering sekali bepergian keliling Indonesia. Dan dia adalah seorang pecandu berat akan laut. Menyelam kedalam lautan dan berenang bersama ikan-ikan yang menari diantara batu karang yang cantik adalah pelarian favoritnya dari hari-harinya yang sangat sibuk.

diving1

Pengalaman travelingnya telah memberikan cerita hidup terbaik baginya. Nik bukanlah jenis orang yang membiarkan setiap kenangan terlewat begitu saja. Dia lebih memilih untuk menuangkannya kedalam sebuah tulisan pendek. Aku belum menyebutkan bahwa dia sangat aktif meng-update dan menulis di blognya www.niksukacita.com

Nik Sukacita bukanlah nama aslinya. Nama aslinya adalah Ni Ketut Ratmini. Kurang jelas bagaimana lagi kalau dia adalah seorang keturunan Bali. Dia memang mengakui bahwa dia juga memiliki masa kecil yang tidak mudah yang membuatnya lebih memilih untuk menyendiri dan asyik dengan kegiatannya. Dia memiliki alasan pribadi mengenai hal ini. Meskipun demikian kesendirian tidak membuatnya lemah. Dia menghabiskan sebagian besar waktu menyendirinya dengan banyak membaca buku, menikmati alam dan belajar banyak hal-hal baru yang saat ini justru menjadi kesenangan favoritnya.

Rasa minder yang dimilikinya semasa kecil sekarang telah lenyap dan begitu pula kebiasaan buruknya menghindari orang. Sekarang dia lebih memilih untuk dikenal dengan nama Nik Sukacita. Sukacita memiliki arti kegembiraan atau kebahagiaan. Dia memutuskan untuk menjadi pribadi yang baru dan menjalani hidup yang bahagia dan penuh kegembiraan.

Bagi yang tidak mengenal Nik, dengan membaca blognya dapat memberikan gambaran singkat mengenai cerita hidupnya dan bagaimana dia menjalani hidupnya. Kebanyakan tulisannya bercerita mengenai petualangannya ke tempat-tempat baru dan ulasan mengenai buku-buku yang pernah dia baca.

Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya bahwa dia sudah bepergian berkeliling Indonesia dan kebanyakan destinasi utamanya adalah laut karena saking kecanduannya dia dengan laut. Momen favoritnya adalah ketika dia membiarkan dirinya tersesat di taman laut dan diantara batu-batu karang. Dia merasa mendapat sebuah energi setiap kali dia menyelam kedalam lautan. Momen favorit lainnya ketika sedang traveling adalah mengejar matahari terbit. Dia rela bangun pagi-pagi sekali hanya demi melihat dan menikmati keelokan serta kehangatan matahari pagi.

 

sunrise4    sunrise5

 

Nik adalah pribadi yang sangat aktif dan aku jarang sekali melihatnya kehilangan binar semangat di wajahnya. Ketika aku bertanya bagaimana dia melakukan itu, dia berkata bahwa dia sama seperti orang lain pada umumnya dan tidak ada bedanya. Dia mengakui bahwa dia juga tidak selalu ada di kondisi terbaiknya dan dia juga terkadang mengalami hari yang buruk. Tetapi dia memilih untuk tidak menunjukkannya di hadapan banyak orang. Ketimbang membanjiri timelinenya dengan hal-hal negatif, dia lebih memilih untuk membagikan beberapa foto-foto indah dan kutipan yang positif.

Bagiku sendiri, setiap waktu yang kuhabiskan bersama Mba Nik tidak pernah mengecewakan dan sia-sia. Selalu ada hal untuk diceritakan, selalu ada pemikiran untuk dibagi serta banyak hal-hal baik lainnya untuk dipelajari dan terus digali. Tak peduli berapa lama waktu yang dihabiskan bersama Mba Nik, bagiku selalu saja tidak cukup. Bahkan aku sudah merindukannya setiap kali kami berpisah sambil berucap “sampai ketemu” atau “hati-hati di jalan ya”. Bagiku dia memiliki energi positif yang cukup menular. Dia selalu haus akan kebutuhan untuk mencoba dan mempelajari hal-hal baru. Tidak dipungkiri bahwa terkadang dia juga memiliki terlalu banyak project untuk diselesaikan. Namun menurutku menyibukkan diri dengan hidup kita memang jauh lebih baik ketimbang tidak melakukan apa-apa.

Banyak sekali hal-hal positif yang sudah dilakukan oleh Nik meskipun dia bukan seorang tokoh terkenal atau public figure. Dia tidak mencari ketenaran atau hanya semata-mata mengejar materi. Menurutku dia bukanlah orang yang money-oriented. Tentu saja tidak bisa disangkal bahwa semua orang membutuhkan uang, tetapi yang paling penting bagi Nik adalah berusaha dulu sebaik-baiknya dan membuktikan hasilnya, barulah kemudian boleh bicara soal uang.

Setiap pertemuan dan perkenalannya dengan orang baru dianggapnya sebagai berkah. Nik bukanlah orang yang sengaja memanfaatkan teman dan mengincar keuntungan semata. Dia selalu tulus dalam menjalin pertemanan dengan siapa saja dan dia bukan orang yang mau repot-repot atau terpaksa harus berpura-pura baik hanya karena ingin dilihat baik oleh orang lain. Nik tidak merasa khawatir jika harus mengambil sikap tegas yang dirasa sesuai dengan kata hatinya. Aku rasa hal ini cukup adil. Karena seringkali sikap baik kita belum tentu dibalas dengan kebaikan juga dan memang kita tidak bisa mengharapkan orang bertindak sesuai dengan harapan kita. Bahkan menurut pengalaman pribadi Nik, ada beberapa kawan yang terpaksa harus dilepaskan ketimbang tetap disimpan tetapi malah menjadi beban bagi diri sendiri.

Nik sangat menghargai sekali arti sebuah pertemanan. Baginya teman adalah tempat untuk berbagi segala hal dan melangkah bersama dalam kebaikan serta saling mengingatkan dan menguatkan dalam keadaan apapun.

friendship1

Kegigihannya untuk menjadi seorang pribadi baru yang penuh sukacita telah membuahkan hasil. Dari hasil perkenalannya dengan beberapa kawan baik itulah Nik mendirikan sebuah komunitas yang diberi nama In Indonesiaku. Komunitas tersebut beranggotakan para traveler atau pejalan yang sangat mengagumi keindahan alam Indonesia dan memiliki ketertarikan yang sama dalam bertualang menjelajah pulau dan pantai cantik yang tersebar di nusantara. Mereka rutin membagikan cerita petualangannya melalui blog www.inindonesia.com

Nik adalah seorang yang cukup cerdas dalam melihat sebuah kesempatan bagus. Dia sangat beruntung sekali karena memiliki kawan-kawan yang hebat dan bernilai tinggi. Yang aku maksud dengan bernilai tinggi disini adalah bahwa kebanyakan kawan-kawannya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan di bidang yang sangat berragam. Nik melihat itu sebagai kesempatan untuk belajar dan menggali ilmu dari kawan-kawannya. Tidak hanya menggali ilmu saja tetapi Nik melakukan lebih dari itu. Dia bahkan secara sukarela mempromosikan dan merekomendasikan kawan-kawannya tersebut melalui blog dan media sosialnya. Tujuannya adalah dia ingin kawan-kawannya itu lebih dikenal orang karena kemampuan mereka dimana hal ini akan memberikan nilai tersendiri bagi kawan-kawannya. Begitulah cara Nik berterimakasih kepada kawan-kawan yang telah mengajarinya banyak hal. Sehingga tidak heran jika kawan-kawannya kerapkali menjadikan Nik orang yang tepat untuk berbagi cerita.

Kesempatan baik lain yang tidak luput dari perhatian Nik adalah menggaet para kawan-kawan bloggernya untuk mengadakan sebuah sharing event kecil-kecilan yang diadakan di coffee shop yang berbeda-beda. Tujuannya adalah sudah pasti untuk berbagi ilmu sekaligus untuk mempromosikan café yang kala itu digunakan sebagai tempat pertemuan.

Tidak sampai disitu saja kegiatan seorang Nik Sukacita. Saat ini dia tengah mengerjakan sebuah project baru bersama beberapa orang temannya. Kali ini tema projectnya lebih kearah marketing dan branding. Project barunya ini bisa dilihat melalui blog www.langkahkami.com

Dari pertemanan aku dengan Mba Nik aku bisa menyimpulkan kalau dia memang tidak betah untuk berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Sebaliknya, semakin banyak aktivitasnya justru membuat Nik semakin bersemangat dan baginya ini adalah kekuatan yang bisa terus digali dan dikembangkan.

Terkadang justru semakin sedikit aktivitas kita bisa membuat otak kita menjadi kurang produktif. Bahkan umur bukanlah alasan untuk kita berhenti mempelajari hal baru atau tetap produktif. Kemauan kuat dan kegigihan seringkali mengalahkan kelemahan di dalam diri seseorang. Setiap orang memang memiliki kelemahan, tetapi kita juga memiliki kekuatan untuk lebih digali.

 

“Jangan pernah iri dengan kelebihan seseorang karena setiap orang pasti memiliki kelemahan. Dan tidak perlu khawatir dengan kelemahan kita karena setiap orang memiliki kekuatannya masing-masing. Fokuslah pada apa yang bisa kita kerjakan dan teruslah berkembang daripada meratapi atau mengeluh akan hal-hal yang tidak mampu kita lakukan.”

fly1

 

Aku sangat bersyukur memiliki kawan baik seperti Nik dan jauh lebih bersyukur lagi karena selalu dikelilingi dan dipertemukan dengan teman-teman yang hebat. Bagiku sendiri seorang teman baik adalah seseorang yang memiliki dan menularkan energi positif setiap kali kita berjumpa dengannya. Teman yang demikian adalah seseorang yang bisa mengeluarkan kebaikan yang ada dalam diri kita dan terus mendorong kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mba Nik lebih dari sekedar kakak atau partner untukku. Mba Nik adalah seorang kawan yang hebat dengan energi positifnya, kemauan kuat dan penerimaannya yang hangat. Dan aku tidak pernah keberatan untuk selalu menjadi temannya seumur hidup.

Aku mendedikasikan tulisan ini untuknya dan aku sengaja membuat dua versi. Versi yang pertama menggunakan bahasa Inggris dan yang lainnya dalam Bahasa Indonesia. Aku yakin kalau dia sudah tidak sabar untuk membaca tulisan ini. Dan menurutku akan lebih mudah baginya untuk membaca versi Bahasa Indonesia. Nik sedang belajar bahasa Inggris dalam dua tahun terakhir ini. Jadi aku khusus menulis versi Bahasa Indonesia supaya lebih mudah dibaca olehnya dan versi bahasa Inggris untuk membantunya belajar.

Alasan lain mengapa aku menulis dalam bahasa Inggris adalah karena ini sudah sifat alamiku untuk memilih menulis dalam bahasa Inggris ketimbang Bahasa Indonesia. Aku bukanlah keturunan Inggris jadi menulis dalam bahasa Inggris merupakan bagian dari belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisku. Aku mengerti bahasa Inggris tetapi itu bukan bahasa yang digunakan sehari-hari olehku dan aku tidak mau kehilangan kemampuan berbahasa Inggrisku. Karena itulah menulis dalam bahasa Inggris sangat membantu melatih bahasa Inggrisku.

Ada terlalu banyak hal-hal baik mengenai Nik yang aku tidak bisa tuliskan semuanya sekaligus disini. Jika ingin mengenalnya lebih jauh, kunjungi saja blognya di www.niksukacita.com dan baca cerita-cerita menakjubkannya disana.

tea3

 

**All pictures are taken from Pinterest